4 Langkah Yang Harus Dilakukan Jika Ban Mobil Pecah Ketika Dijalan - Girlsinspo.com

Breaking

Kamis, 20 Februari 2020

4 Langkah Yang Harus Dilakukan Jika Ban Mobil Pecah Ketika Dijalan

Pecah ban bisa membuat kita repot apalagi bila pecahnya terjadi di jalan tol atau situasi sepi. Bahkan, kondisi pecah ban bisa menjadi penyebab kecelakaan bila kita tidak hati-hati. Karena itu, di saat kondisi seperti ini para pengemudi harus tahu hal-hal apa yang bisa dilakukan:

1. Jangan mengerem mendadak

Kondisi ban yang pecah jelas membahayakan kendaraan dan penumpang. Karena itu, saat menyadari bahwa hal itu Anda alami, segera kendalikan. Anda jangan panik.

Yang paling penting jangan melakukan pengereman mendadak. Pengereman mendadak membuat meobil tidak terkendali. Ketika rem diinjak, bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan esemakin menarik ke arah ban pecah.

Bahkan bila pengereman dilakukan dengan kuat, mobil bisa terpelanting dan terbalik. Dalam situasi seperti ini, kita bakal sulit memprediksi arah dan gerak mobil.

2. Kendalikan kemudi

Sedini mungkin sebaiknya Anda harus tahu bahwa kondisi ban mobil sedang tidak bagus. Apalagi saat ban pecah. Rasakan ban sebelah mana yang pecah. Jika ban depan yang pecah, tahan arah kemudi agar tetap lurus lebih kuat karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah.

Sebaiknya Anda tidak melakukan manuver lebih semisal membelokkan setir ke arah berlawanan. Ini akan membuat mobil terpelanting dan bisa jadi terbalik. Anda harus tenang dan menjaga emosi

Saat ban belakang yang pecah, kondisi ini relatif tidak menyulitkan karena kontrol tetap ada di ban depan yang tidak bermasalah.

3. Kurangi kecepatan

Saat tahu kondisi sedang tidak bagus, segera lepas pedal gas dan turunkan gigi secara bertahap sambil menahan kemudi agar mobil tidak bergerak liar. Usahakan jangan sampai mobil membuang bodi ke kanan atau kiri.

Kalau kecepatan sudah mulai berkurang, perlahan arahkan kendaraan ke kiri jalan. Jangan lupa menyalakan lampu sein ke kiri.

Anda bisa menyalakan lampu darurat (hazard) untuk memberi sinyal ke mobil lain di belakang. Ini untuk memberitahukan bahwa mobil Anda sedang bermasalah. Meski demikian, langkah ini kurang disarankan karena hanya boleh dipakai saat mobil berhenti.

Terus pantau kondisi di belakang via kaca spion. Anda bisa menengok langsung suasana di belakang. Bisa juga dengan mulai sedikit menekan pedal rem saat mobil sudah berjalan lambat dan berada di lajur sebelah kiri.

Bila kurang yakin, biarkan saja mobil terus bergerak, dengan catatan kondisi di depan masih aman. Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti lantaran kehabisan momentum.

4. Pasang segitiga pengaman


Pastikan posisi mobil berhenti dengan aman serta tidak mengganggu lalu lintas dengan memberi ruang yang cukup dengan badan jalan. Nyalakan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman.

Segera lakukan penggantian ban yang bocor. Pastikan posisi Anda aman dari potensi kena tabrak dari belakang. Langsung bereskan dan jalan kembali saat ban cadangan sudah dipasang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar