5 Kebiasaan Makan Di beberapa Negara Yang Berdampak Pada Kesehatan - Girlsinspo.com

Breaking

Senin, 13 Juli 2020

5 Kebiasaan Makan Di beberapa Negara Yang Berdampak Pada Kesehatan

Kalau diperhatikan, ada negara yang kebanyakan rakyatnya mengalami masalah berat badan dan gangguan kesehatan yang terkait dengan berat badan, seperti obesitas, penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tapi ada juga negara yang mayoritas warganya memiliki tubuh yang ideal, sehat, dan panjang umur.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah kebiasaan makan yang ada di suatu negara. Jika masyarakat suatu negara mengadopsi pola makan yang sehat, tentunya masyarakat di sana juga akan sehat. Membahas soal kebiasaan makan sehat. Sebagian negara memiliki kebiasaan makan unik dan sehat, yang bisa saja kamu tiru. Negara mana sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Cina, makan dengan sumpit
5 Kebiasaan Makan Di beberapa Negara Yang Berdampak Pada Kesehatan
Orang-orang Cina terbiasa makan menggunakan sumpit sehingga dapat membantu makan lebih lambat. Yang mana makan dengan perlahan-lahan dapat membantu kamu makan lebih sedikit. Selain itu, penelitian dalam jurnal Dermatologia menunjukkan bahwa orang yang makan lebih cepat lebih cenderung mengalami obesitas dan memiliki penyakit kardiovaskular. Gimana? Tertarik mengganti sendok dan garpu dengan sumpit?

2. Ethiopia, punya menu makan harian yang sehat

Dilansir dari laman Greatist, injera, roti pipih tradisional Ethiopia yang terbuat dari tepung teff, tinggi akan kandungan serat, vitamin C, dan protein. Masakan tradisional Ethiopia juga biasanya berkisar pada sayuran akar, kacang-kacangan, dan lentil, serta tidak terlalu banyak menggunakan susu dan produk hewani lainnya.

Makanan ini sangat cocok untuk dikonsumsi sehari-hari karena terbuat dari bahan-bahan yang bernutrisi dan sehat. Jika diterapkan di Indonesia, injera bisa digunakan sebagai alternatif pengganti nasi dan olahan biji-bijian sebagai lauk pauk.

3. India, tiap masakan punya bumbu yang kuat

Masakan India kental akan penggunaan bumbunya yang beragam, yang tidak hanya menambah kelezatan makanan, tapi juga memiliki manfaat kesehatan yang besar. Menurut jurnal Food and Function, rempah-rempah, seperti kunyit, jahe, dan cabai merah dapat membantu menurunkan kolesterol. Aromatik yang sering digunakan pada masakan, seperti bawang dan bawang putih juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Jepang, fokus pada penampilan makanan

Kebiasaan makan orang Jepang lebih menekankan pada penyajian makanan dalam porsi kecil dan penampilannya. Biasanya, makanan Jepang selalu menyajikan sayuran musiman yang berwarna-warni sehingga menghasilkan hidangan yang menarik secara visual dan sehat.

Menurut penelitian dalam jurnal Appetite, menyajikan makanan dalam porsi kecil akan membantu menjaga kalori tetap terkendali, ditambah berbagai macam sayuran akan menambah asupan mineral dan vitamin yang baik bagi tubuh.

5. Mediterania, mengontrol proporsi makanan

Kamu mungkin sudah pernah mendengar soal diet Mediterania. Ya, diet ini diadaptasi dari pola makan orang Mediterania yang memang sangat sehat. Hidangan Mediterania tradisional tidak pernah lepas dari banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan, ditambah sedikit daging, ikan, susu, dan minyak zaitun.

Maka, tak mengherankan jika individu yang menjalankan diet Mediterania tidak hanya mendapatkan berat badan ideal, tetapi juga menjadi lebih sehat. Itulah beberapa kebiasaan makan sehat yang ada di berbagai belahan dunia. Bagaimanapun juga, menjadikan aktivitas makan yang sehat sebagai kebiasaan adalah hal yang baik bagi tubuh. Jadi, tertarik mengikuti kebiasaan makan sehat dari berbagai negara di atas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar